Golput Pilkada Bupati

Minggu,17 Februari 2013 kemarin,warga Banyumas melaksanakan pesta Demokrasi,Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas Periode 2013-2018. Saya sebagai warga negara yang taat,tentu saja menggunakan hak pilih saya,demi Banyumas yang lebih baik. Walaupun bingung mau nyoblos yang mana 😀 Maklum,walaupun saya warga Banyumas,tapi lebih sering berada di Jogja karena kuliah dan kerjaan saya di Jogja. Balik rumah pun dalam setahun bisa dihitung dengan jari. Jadi,informasi mengenai kondisi Banyumas terkini pun tidak begitu mengikuti.

Dari 6 calon bupati dan wakil bupati,saya pun cuma mengerti dua calon,yaitu Husein-Budhi dan Mardjoko-Gempol. Pak Husein sebelumnya mendampingi Pak Mardjoko menjadi Wakil Bupati. Namun kali ini,mereka berpisah. Yah,jarang memang sih pemimpin yang dalam dua periode kepepimpinan,tidak berganti pasangan. Bahkan,Pak SBY yang dulu berduet dengan Pak JK pun akhirnya di periode kedua kepemimpinan,akhirnya harus bercerai. Pak SBY memilih Pak Budiono untuk menggantikan Pak JK.

Nah,sehari sebelum hari H,saya baru dikabari ibu kalau ternyata kami sekeluarga tidak mendapat undangan untuk melakukan pemungutan suara. Tidak hanya kami,ternyata tetangga pun juga ada mengalami hal yang sama. Mungkin keluarga kami tidak terdaftar di DPT karena ketika ada petugas yang datang untuk  mendaaftar DPS,rumah kami kosong. Ya,rumah kami sering kosong karena ibu menemani bapak di Jakarta,saya dan adik saya kuliah di Jogja dan Semarang.  Yah,sedikit kecewa,karena akhirnya kami abstain dalam Pilkada kali ini 😦 Mau protes,tapi jelas buang-buang waktu,karena ibu-bapak saya harus balik Jakarta,sedangkan saya harus balik Jogja. Ya,semoga ketika pemilukada Gubernur Jawa Tengah besok Mei 2013,kejadian ini tidak terulang kembali.