Mainan Baru Bernama Laravel

Setelah sekian lama menggunakan Codeigniter,akhirnya saya memutuskan untuk mempelajari framework PHP baru,Laravel. Sebetulnya masih setia sih dengan Codeigniter,cuma melihat perkembangannya yang lambat,akhirnya memutuskan untuk mencari alternatif lain.

Kenapa memilih Laravel? Sederhana saja sih. Teman-teman saya sesama developer web rata-rata menggunakan Laravel. Ada juga yang menggunakan Yii,tapi tidak banyak. Selain itu,bertanya ke mbah Google,laravel sedang naik daun. Dengan kata lain,Laravel sudah mulai banyak digunakan,sudah banyak pula komunitasnya. Jadi,saya mengikuti saja tren saja 😀

Selain mengikuti tren,ada hal lain yang membuat saya memutuskan belajar Laravel. Salah satunya adalah Composer. Laravel menggunakan Composer untuk dependensasi. Jika ingin menggunakan library tertentu,kita tinggal gunakan composer saja untuk meginstallnya.

Laravel berjalan di PHP 5.4+. Terdapat fitur-fitur PHP terbaru seperti closure,trait,namespace. Dengan fitur-fitur tersebut,Laravel memaksimalkan konsep OOP pada PHP.

Yak,sekian dulu ceritanya. Mending langsung coba install aja sendiri dan rasakan sensasinya. Happy coding!

Referensi : http://mkhuda.com/web/berharap-codeigniter-atau-laravel/

Iklan

From Web Programming To Mobile Programming

Beberapa hari ini,saya sedang belajar bahasa pemrograman Java untuk membuat aplikasi Android. Bukan mempelajari dari awal lagi sih,cuma lebih memperdalam lagi,terutama tentang konsep OOP-nya. Sebetulnya sih dulu sudah pernah diajarkan java ketika kuliah,matakuliah PBO (Pemrograman Berorientasi Objek) atau bahasa kerennya OOP (Object Oriented Programming). Tapi sehabis itu tidak saya perdalam lagi,karena saya lebih tertarik dengan web programming,dalam hal ini PHP. Waktu itu,memang dunia web programming sedang naik daun,terutama PHP. Namun,setelah sekian lama berkutat dengan web programming (PHP,Javascript,CSS,dkk),saya memutuskan untuk belajar tentang mobile programming. Alasan saya belajar mobile programming cukup sederhana : melepas kejenuhan dari dunia web programming serta mengikuti tren saat ini yaitu mobile programming.

Sebetulnya saya bisa saja sih menggunakan kemampuan saya di web programming untuk membuat aplikasi mobile dengan menggunakan bantuan seperti phonegap. Namun,kalau saya menggunakan phonegap,kemampuan saya akhirnya ya cuma terbatas di web programming saja. Bahasa pemrograman yang dipelajari akhirnya ya cuma PHP ,HTML,CSS,javascript. Menurut saya pribadi,programmer itu jangan terpaku pada satu bahasa pemrograman saja,tapi juga harus terbuka terhadap bahasa pemrograman yang lain. Dengan mempelajari bahasa pemrograman lain,tentu saja kemampuan kita akan berkembang.

Bahasa pemrograman yang saya pilih untuk saya pelajari lebih lanjut adalah Java. Kebetulan,untuk membuat aplikasi di Android,bahasa yang digunakan adalah Java,jadi akhirnya saya memilih belajar Java. Oya,kenapa saya pilih platform android untuk pengembangan aplikasi mobile,karena saya punya device Android,sehingga saya bisa langsung mencoba aplikasi saya di device. Selain itu,aplikasi Android juga bisa dipasang di platform lain seperti Blakcberry 10 dan Nokia X,jadi sekali mendayung,dua tiga pulau terlampaui 😀

Oke,sekian dulu ceritanya. Selamat coding dan ber-Java ria 🙂

Autentifikasi Pengguna di Codeigniter Dengan Pustaka Ion Auth

Autentifikasi di aplikasi web adalah salah satu aspek penting. Dengan autentifikasi,aplikasi web kita hanya bisa diakses oleh yang berhak saja. Selama ini untuk kebutuhan autentifikasi di aplikasi web yang saya buat,saya membuatnya secara manual dari awal. Autentifikasi yang saya buat sangat sederhana,penggunaanya juga agak rumit. Kebetulan saya membuatnya di framework Codeigniter,salah satu framework PHP favorit saya.

Nah,kemarin iseng-iseng tanya ke Google tentang pustaka autentifikasi untuk codeigniter,akhirnya ketemu dengan pustaka Ion Auth. Sebetulnya sih banyak pustaka untuk autentifikasi di Codeigniter,cuma saya memutuskan untuk memakai Ion Auth. Pertimbangannya,dari berbagai referensi,yang gampang penggunaannya dan pengembangan serta dukungannya masih aktif cuma ion auth.

Fitur-fitur yang disediakan ion auth pun sudah mencukupi untuk kebutuhan autentifikasi. Selain itu,dokumentasinya juga cukup jelas,mulai dari instalasi,hingga cara penggunaannya. Konfigurasinya pun juga fleksibel,dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Saya saja dalam sehari lansgung bisa menggunakan pustaka tersebut karena saking mudahnya.

Jadi,masih pusing dengan yang namanya autentifikasi di Codeigniter? Jika masih,silahkan dicoba pustaka Ion Auth,dijamin pusing anda akan hilang seketika 😀 Selamat coding!

Integrasi Codeigniter dan Netbeans Dengan NbPHPCI

Sebagai seorang pengembang aplikasi web,selama ini saya menggunakan framework Codeigniter (biasa disingkat CI) dan IDE Netbeans untuk mempermudah coding. Netbeans sendiri tidak terintegrasi dengan CI,sehingga fitur autocomplete untuk CI di Netbeans tidak semuanya muncul. Misal,jika ketik $this-> maka tidak ada opsi yang ditampilkan. Setelah bertanya dengan Google,akhirnya ketemu cara untuk mengintegrasikan CI dan Netbeans agar fitur autocompletenya bisa berjalan.

NbPHPCI,itulah nama plugin Netbeans untuk mengintegrasikan CI dengan Netbeans. Dengan NbPHPCI,kita bisa membuat proyek web baru di Netbeans langsung dengan CI didalamnya. Selain itu,fitur autocomplete CI di Netbeans juga berjalan,sehingga mempermudah dan membantu kita untuk mempercepat kita dalam coding.

Instalasi nbphpci pun juga sangat gampang. Caranya adalah :

  1. Versi Netbeans yang digunakan versi 7.2, 7.2.1, 7.3. Selain versi tersebut,plugin nbphpci tidak bisa diinstal
  2. Masuk ke menu Tool – Plugin,pilih tab Setting
  3. Klik tombol Add,isikan nama dengan nbphpci dan url dengan daftar yang tertera dibawah ini. Klik tombol OK
  4. Pindah ke Tab Available plugin,cari dengan kata kunci codeigniter. Pilih modul nbphpci yang akan diinstal dengan mencentang kedua pilihan (CI Framework dan CI Framework Repository). Klik tombol install
  5. Plugin nbphpci pun berhasil diinstal.

Selanjutnya adalah konfigurasi plugin nbphpci. Langkah ini opsional,karena hanya mengintegrasikan CI yang kita punya dengan nbphpci,sehingga ketika membuat proyek php baru kita bisa langsung menggunakan CI tanpa harus memasukkan manual CI kedalam proyek php kita. Langkahnya sebagai berikut :

  1. Masuk ke menu Tool-Options,pilih PHP,pilih tab Codeigniter,pilih base file.

  2. Klik tombol Add zip. Isikan name dengan versi CI yang kita miliki,misal CI_2.1.3. Klik tombol browse untuk memilih file CI yang kita miliki,yang sudah dikompres kedalam zip. Klik tombol Ok
  3. Integrasi selesai. Sekarang kita bisa membuat proyek php baru di Netbeans dengan Ci didalamnya,serta fitur automplete

Instalasi dan integrasi sudah selesai. Selamat coding teman!

Referensi : https://kenai.com/projects/nbphpci/pages/Home

Membuat Aplikasi Android dan iOS dengan Giderosmobile

Selama ini pekerjaan saya adalah pengembang aplikasi web dan belum pernah membuat aplikasi untuk mobile. Nah,kebetulan saya dan teman saya mempunyai ide untuk membuat aplikasi e-dongeng,khusus untuk perangkat bergerak/mobile,dalam hal ini ponsel pintar dan tablet. E-dongeng ini sebetulnya dibuat untuk PAUD. Memang sudah ada sih,aplikasi E-dongeng untuk ponsel pintar dan tablet. Cuma konten nya masih konten luar. Nah,kami berinisiatif untuk membuat aplikasi e-dongeng dengan konten lokal. Ya,hitung-hitung keluar dari zona nyaman,cari pengalaman bikin aplikasi mobile 😀 Oya,tim kami ada tiga orang,saya sendiri,Yayan,dan Kadon. Kebetulan kami bertiga ini teman sekampus dan seorganisasi ketika kuliah dulu.

Nah,karena diantara kami bertiga,saya yang bertugas jadi programmer,Kadon dan Yayan dalam hal urusan suara dan gambar. Karena saya belum pernah membikin aplikasi mobile sebelumnya,maka saya pun mencari referensi tentang cara membuat aplikasi mobile dengan mudah. Akhirnya ketemu aplikasi yang cukup mumpuni untuk membikin aplikasi mobile. Aplikasi tersebut adalah Giderosmobile.

Giderosmobile menggunakan bahasa pemrograman Lua untuk membuat aplikasi. Nah,karena saya selama ini adalah seorang pengembang aplikasi web yang terbiasa dengan bahasa pemrograman PHP,Javascript yang sinstaksnya mirip dengan bahasa C,ketika belajar Lua saya agak kaget,karena sintaks bahasanya sedikit berbeda dengan PHP. Selain itu,karena saya sebelumnya belum pernah membuat aplikasi mobile,jadi saya harus belajar tentang konsep pembuatan aplikasi mobile.

Giderosmobile mudah digunakan. Tampilannya sederhana. Tersedia IDE terinterasi,sehingga kita bisa langsung membuat aplikasi kita disana. Terdapat juga gideros player,semacam emulator untuk menjalankan aplikasi yang kita buat. Nantinya aplikasi yang kita buat bisa dijalankan di Android dan iOS. Dan satu hal yang paling penting adalah aplikasi gratis dan berjalan di berbagai sistem operasi. Walaupun ada versi bebrbayar,tapi yang gratis sudah lebih dari cukup. Toh bedanya yang gratis dengan yang berbayar cuma ada logo giderosmobile ketika awal aplikasi berjalan.

Berhubung saya juga baru belajar,mungkin cuma itu yang bisa saya ceritakan. Nanti kalau aplikasinya sudah jadi,baru deh saya ceritakan lagi. Kalau sekarang sih masih dalam dalam bentuk purwarupa/prototype. Ya,doakan saja semoga aplikasinya cepat selesai 🙂

Happy coding! 🙂