Aplikasi Mobile: Fresh, Seksi, Misterius

Beberapa tahun terakhir, konektivitas telah menjadi hal yang sangat penting di tengah-tengah masyarakat kita. Kebutuhan untuk selalu terhubung dengan teman, keluarga, klien, dan rekan kerja menjadi hal yang tak terelakkan. Sepertinya sekarang orang lebih baik tidak bawa dompet ketimbang tidak bawa ponsel dan gadget.
Dengan ponsel dan gadget yang hampir selalu ada dalam genggaman, orang melakukan nyaris segala hal dengan itu. Membaca berita, update status di media sosial, chatting, bahkan mengukur jumlah kalori yang terbakar saat jogging, dan membuka peta pun dilakukan melalui ponselnya. Semua itu dilakukan melalui aplikasi mobile.
Meluasnya pemakaian aplikasi mobile di kalangan pengguna smartphone dan gadget, membuka peluang bisnis tersendiri. Bisnis aplikasi mobile menjadi bisnis yang menggeliat di Indonesia meski harus diakui belum sebesar di luar negeri. Permintaan terhadap aplikasi mobile meningkat, jumlah penyedianya pun terus bertumbuh.
Permintaan tentu datang dari para pengguna smartphone dan perangkat layanan gerak lainnya yang di Indonesia jumlahnya diperkirakan mencapai 240 juta. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Namun, ternyata permintaan bukan hanya datang dari para pengguna, tetapi juga pemilik merek.
Pemilik merek saat ini mulai menyadari pentingnya merangkul konsumen melalui mobile device. Harus diakui perangkat layanan gerak merupakan perangkat personal yang selalu mengikuti pemiliknya. Bahkan ke toilet pun mereka diajak. Hal ini dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan awareness dan bahkan penjualan. Aplikasi mobile pun kini menjadi “benda berkilau” baru yang ingin dimiliki oleh para pemilik merek.
Meski permintaan pemilik bisnis terhadap aplikasi mobile mulai meningkat, tapi memang tren penggunaannya dalam sebuah kampanye masih dalam tahap awal. Banyak pemilik bisnis yang belum sepenuhnya memahami cara mengoptimalkan tool ini dalam strategi komunikasi merek maupun pemasaran. Hal ini diakui oleh Oon Arfiandwi, Chief Technology Officer 7Langit, perusahaan pengembangan aplikasi mobile.
Menurutnya berbeda dengan di luar negeri di mana perusahaan telah memasukkan mobile apps dalam strategi komunikasi mereka, perusahaan di Indonesia masih mempelajari dan sedang dalam proses pembiasaan terhadap penggunaan aplikasi mobile.
Penggunaan aplikasi mobile oleh bisnis saat ini sangat mirip dengan saat mereka mengenal website. Perusahaan-perusahaan tahu bahwa hal ini dapat mendorong kemajuan bisnis mereka, hanya saja belum betul-betul mengetahui bagaimana cara memanfaatkan dan mengoptimalkannya.
Hasilnya, banyak perusahaan membuat aplikasi mobile namun setelah itu tidak difungsikan dan akhirnya menghilang di tengah jutaan aplikasi lain yang terus tumbuh setiap harinya. Hal ini pada akhirnya hanya akan menjadi pemborosan. Biaya terbuang tanpa mendapatkan hasil yang diharapkan.
Aplikasi mobile memang sebuah perangkat baru meskipun tidak baru-baru amat. Masih dibutuhkan pembelajaran untuk memaksimalkan alat baru ini. Memang dibutuhkan keberanian untuk menjajalnya, tapi jangan juga hanya ikut-ikutan. Pelaku bisnis harus paham betul apa yang mereka inginkan dan memiliki target yang jelas ketika memutuskan untuk menggunakannya.
Memiliki aplikasi mobile adalah satu hal, tapi me-maintain-nya hingga menjadi sarana komunikasi yang efektif dengan konsumen adalah hal lain yang juga mendesak untuk dilakukan. Menurut Oon, perlu ada SDM yang didedikasikan untuk “mengurus” hal ini, sehingga konten dapat terus ter-update.
Jatuh Bangun Para Pengembang
Jumlah permintaan aplikasi mobile yang terus bertambah tentu menghidupkan industri pengembangan aplikasi mobile. Para pengembang aplikasi mobile terus bermunculan untuk menjawab permintaan pasar. Jumlahnya pun cukup banyak.
Namun, seperti industri muda pada umumnya, para pemainnya datang dan pergi dengan relatif cepat. Banyak yang datang, banyak juga yang kemudian berguguran. Hanya mereka yang teruji yang mampu bertahan dan terus berkembang.
Masuk ke dalam industri yang masih mudah seperti industri pengembangan aplikasi mobile memang penuh tantangan. Kita tidak bisa semata-mata mengandalkan kemampuan membuat aplikasi itu sendiri, tapi juga harus menguasai betul seluk-beluk bisnis dan model bisnis yang sesuai dengan kondisi yang ada. Hal inilah yang tampaknya masih belum dikuasai dengan baik oleh para pemain muda di industri ini.
Menurut Oon, ada banyak model bisnis yang sebenarnya tersedia. Hanya saja yang saat ini dapat diterapkan di Indonesia jumlahnya masih terbatas. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini. Salah satunya perilaku konsumen itu sendiri.
Di Indonesia, jumlah pengguna kartu kredit masih terbatas. Mereka masih lebih suka menggunakan sistem transfer ketika bertransaksi secara online. Hal ini membuat penggunaan aplikasi untuk e-commerce misalnya menjadi lebih sulit.
Di samping itu, keleluasaan dalam menjual aplikasi pun menjadi pembatasan tersendiri. Kita di Indonesia belum bisa menjual aplikasi di platform Android. Hal ini karena Indonesia belum memiliki kerja sama dengan Google agar para developer-nya dapat menjual aplikasi di platform Android. Menurut Oon, saat ini baru sekitar 30 negara yang memiliki kerja sama dengan Google.
Tentu kita bisa menjual aplikasi ke platform lain, seperti iOS dan BlackBerry. Hanya saja, saat ini di Indonesia pengguna smartphone dan perangkat layanan gerak berbasis Android adalah yang terbesar. Hal ini membuat model bisnis dengan sistem menjual langsung aplikasi ke pengguna menjadi sulit dilakukan.
Menurut Oon, saat ini model bisnis yang masih menjadi tren di Indonesia adalah sistem bersponsor dan B2B. Di sinilah terjadi irisan antara pelaku bisnis dan perusahaan pengembang. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama dengan simbiosis mutualisme di antara keduanya.
Masing-masing perlu belajar agar dapat menyediakan aplikasi mobile yang mampu membangun hubungan yang erat antara bisnis dengan konsumen. Dengan aplikasi mobile yang beragam dan berkualitas, para pengguna yang juga tentunya adalah konsumen akan menerima pengalaman yang mengesankan ketika berinteraksi dengan perangkat mobile mereka. Semua pihak pada akhirnya diuntungkan. (Dimuat di Majalah Youth Marketers edisi 10)

Sumber : http://www.marketing.co.id/aplikasi-mobile-fresh-seksi-misterius/

Beli Aplikasi Android Dengan Potong Pulsa

Mau beli aplikasi android tapi ga punya kartu kredit? Sekarang sudah ada solusinya yaitu dengan sistem potong pulsa atau lebih dikenal dengan nama carrier billing. Ya, semenjak android hadir di Indonesia 5 tahun silam, untuk membeli aplikasi android di Play Store, kita harus memiliki kartu kredit untuk membayar. Padahal, penetrasi kartu kredit di Indonesia sangat kecil. Sementara itu, jumlah pengguna android semakin banyak, otomatis penetrasi pengguna/pelanggan seluler semakin tinggi. Namun akhirnya google pun merespon dengan memberikan fitur carrier billing di Indonesia.

Dengan adanya carrier billing memungkinkan pembelian aplikasi/konten dimasukkan dalam tagihan bulanan pelanggan pascabayar atau potong pulsa untuk pengguna prabayar. Pengguna pun akan semakin mudah untuk membeli aplikasi/konten. Untuk sementara, hanya Telkomsel dan Indosat yang telah menyediakan fitur carrier billing. Operator lain belum menyediakan.

  1. Untuk penggunaan fitur carrier billing ini pun sangat mudah. Berikut panduan singkatnya :
    Pertama bukalah Google Play Store dari gadget Android yang Anda gunakan lalu klik menu “hamburger” yang ada di kiri atas layar. Kemudian, pilih tab “My Account”.

    Opsi Payment Methods akan terbuka dan di dalamnya terlihat pilihan metode pembayaran: Add credit or debit card, Enable [operator] billing, dan Redeem. Pilih opsi Enable [operator] billing.
  2. Setelah memilih opsi Enable Carrier Billing, akan muncul pemberitahuan verifikasi akun. Anda pun akan diminta memasukkan nomor telepon, nama serta alamat. Setelah mengisi semua data itu, pilih opsi Save.
  3. Selanjutnya akan ada pemberitahuan via SMS yang dikirimkan ke nomor yang Anda daftarkan.

Setelah melalui langkah-langkah tersebut, pengguna sudah bisa membeli aplikasi, game, majalah, buku maupun In-App Purchase menggunakan metode potong pulsa. Selamat berbelanja!

Layanan Pemendek URL Yang Saru

Ada banyak layanan pemendek url yang bisa kita gunakan. Yang terkenal dan cukup banyak digunakana adalah bit.ly dan goo.gl. Kalau saya sering menggunakan goo.gl karena terintegrasi dengan akun google dan saya bisa tahu url apa saja yang pernah saya pendekkan serta berapa jumlah click nya. 😀

Nah,dari sekian banyak layanan pemendek url,ternyata ada layanan pemendek url yang menggunakan nama yang saru,yaitu kon.tl. Namun tenang saja,namanya sih memang saru,tapi layanan tidak ada unsur yang mengandung pornografi. Bahkan tampilan web nya pun tidak ada unsur pornografi sama sekali. Mungkin orang yang membuat kon.tl selo kali ya,sampai membeli domain dengan nama yang saru. >:D

Screenshot from 2014-11-07 09:53:59Tampilan Web kon.tl

Mungkin kalau ada orang lain yang selo,bikin saja layanan seperti kon.tl tapi dengan nama yang saru juga seperti sil.it 😛

Jogja Digital Valley

Rabu,21 Agustus 2013 kemarin,Jogja Digital Valley diluncurkan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) meluncurkan Jogja Digital Valley yang terletak di jalan Kartini no 7 Sagan,Yogjakarta. Jogja Digital Valley (JDV) merupakan inisiatif dari Telkom untuk mendukung industri kreatif digital di Indonesia,khususnya di Yogyakarta. Sebelum JDV,Telkom telah membuka Bandung Digital Valley tahun 2011 silam.

JDV sendiri akan menjadi fasilitas ruang kerja bersama bagi startup yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Bangunan seluas 800 m2, mampu menampung hingga 10 startup binaan dan 50 developer. Startup binaan tersebut akan disediakan fasilitas fisik berupa private working room untuk mengembangkan bisnis dan produk mereka. Sedangkan fasilitas lainnya terdiri dari: meeting room, cafe corner dan lounge. Semua itu disediakan guna menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif bagi startup.

Jogja Digital Valley

Semoga dengan diluncurkannya JDV ini semakin meningkatkan iklim usaha ICT di Indonesia. Siapa tahu,dari BDV dan JDV nanti akan lahir perusahaan besar,seperti halnya perusahaan yang berada di Silicon Valley.

Menjadi Mahasiswa (Lagi)

Alhamdullilah,saya diberi kesempatan oleh Allah untuk melanjutkan pendidikan S1. Sebelumnya saya sempat kuliah di D3 Komputer Sistem Informasi UGM. Saya melanjutkan kuliah S1 di AMIKOM Yogyakarta.

Mengapa saya memillih untuk melanjutkan kuliah S1 di AMIKOM Yogyakarta? Ada beberapa alasan. Dari sekian banyak PTS di Yogyakarta yang memiliki program studi informatika,hanya AMIKOM yang menurut saya memiliki reputasi yang bagus. Reputasi yang bagus disini saya lihat dari akreditasi program studi di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi,prestasi,dan fasilitas yang diberikan.

Untuk program studi S1 Sistem Informasi,menurut BAN PT,akreditasinya B. Ya,walaupun banyak juga sih program studi informatika lain yang mendapat akreditasi B,tapi faktor prestasi dan fasilitas lah yang membuat saya menjatuhkan pilihan untuk melanjutkan kuliah di AMIKOM.

Prestasi AMIKOM banyak,baik nasional maupun dunia. Fasilitas,baik ruang perkuliahan,laboratorium,dll,sangat bagus. Selain itu,AMIKOM juga masuk menjadi salah satu PTS Model Private Entrepreneuer oleh UNESCO. Dengan segala kelebihan tersebut,makin mantaplah saya untuk melanjutkan kuliah di AMIKOM Yogyakarta.

Itu beberapa alasan saya memilih AMIKOM Yogyakarta. Mungkin ada pendapat lain mungkin? 😀

Jalan-jalan ke Bandung

Halo Bandung! Setelah sekian lama,akhirnya bisa main lagi ke Bandung. Terakhir kali ke Bandung kalau tidak salah Juli 2009,pas liburan sekolah. Waktu itu pas liburan bareng sekeluarga. Sebelumnya juga pernah ke Bandung,ketika studi banding SMA tahun 2007. Kali ini bisa ke Bandung lagi dalam rangka nikahan atau kondangan,Sabtu 29 Juni kemarin.

Berangkat dari stasiun Lempuyangan Jum’at malam jam 19.10 via kerete api ekonomi kahuripan. Mau naik kelas bisnis,tiketnya mahal euy,jadi naik ekonomi aja deh yang murah meriah,walaupun ga bisa tidur di kereta gara-gara kedinginan. Sampai di stasiun Kiaracondong subuh jam 04.50.

Stasiun Kiaracondong Bandung

Stasiun Kiaracondong Bandung

Oya,untuk pemesanan kereta api kali ini,saya mencoba menggunakan jasa paditrain. Paditrain sendiri adalah salah satu mitra PT Kereta Api untuk pemesanan tiket kereta api,tersedia dalam aplikasi untuk Android dan Blackberry. Kebetulan saya menggunakan paditrain di Android. Untuk pembayaran saya menggunakan Mandiri Clickpay.

Tiket KA Kahuripan

Kondangan kali ini cukup spesial,karena yang menikah adalah teman SD,Agung dan Melisa. Selain itu,kondangan kali ini juga jadi ajang reunian teman SD. Bisa bertemu dengan teman SD lagi setelah 13 tahun itu sangat menyenangkan. Bisa mengenang masa-masa ketika SD. Yah,walaupun hanya bertemu sebagian saja,tapi setidaknya bisa melepas kerinduan akan masa-masa anak-anak dulu ketika masih SD 🙂

Reunian Teman SD

Reunian Teman SD

Terimakasih buat Gifran,Rilon,Beta,Nanda yang sudah menemani selama di Bandung. Kalau ada kesempatan,kita pasti bertemu kembali ya kawan. Barakallah buat Agung dan Melisa. Semoga jadi keluarga sakinah mawardah warahmah,amiinnn…

Bikin Games Tanpa Kemampuan Programing Dengan Construct 2

Hampir semua orang pasti pernah bermain games,entah itu di komputer,ponsel,tablet pc,ataupun konsol. Dan sebagian besar dari mereka pasti beranggapan bahwa membuat games itu susah. Butuh keahlian,terutama kemampuan programming untuk membuat games. Itu memang benar,karena memang dibutuhkan kemampuan khusus untuk membuat games,terutama kemampuan programing. Namun,seiring perkembangan teknologi,sekarang sudah banyak aplikasi yang memudahkan kita untuk membuat games tanpa perlu kemampuan programing. Ya,tanpa perlu belajar bahasa Java,C/C++,dll,kita sudah bisa membuat games,sehingga orang awam yang tidak mengerti programing pun bisa membuat sebuah games.

Salah satu aplikasi yang saya maksud adalah Construct 2. Construct 2 merupakan aplikasi untuk membuat games berbasis HTML5 dan tidak memerlukan kemampuan programing. Berikut adalah beberapa kelebihan Construct 2 :

  1. Quick and Easy
    Construct 2 memiliki tampilan yang mudah dipahami,bahkan oleh orang awam sekalipun,sehingga membuat games pun jadi lebih mudah dan cepat. Dalam hitungan jam pun sudah bisa bikin games,sesuatu yang mungkin mustahil jika kita membuat games dengan coding.
  2. Powerfull Event System
    Nah,sebagai pengganti programing/coding,di Constuct 2 disediakan yang namanya System Event. Jadi,inti dari games supaya bisa berjalan ada disini. Cuma butuh kemampuan logika yang kuat disini,supaya games bisa berjalan dengan baik.
  3. Flexible Behaviours
    Behaviours disini maksudnya fungsi bawaan yang telah disediakan oleh Construct 2,sehingga kita tidak perlu membuatnya lagi dari awal. Yang termasuk behaviour disini adalah fisika,pergerakan,platformer,dll.
  4. Instant Preview
    Hasil karya kita langsung bisa kita lihat seketika,tanpa harus menunggu aplikasi dikompilasi atau menunggu proses lain yang memakan waktu yang lama. Cukup menekan tombol play,hasil karya langsung bisa kita coba.
  5. Stunning Visual Effect
    Games tanpa efek visual tentu kuran menarik. Construct pun sudah menyediakan visual efek yang keren untuk membuat games menjadi lebih menarik
  6. Multiplatform Export
    Karena Games yang dihasilkan Construct berbasis HTML5, maka games kita dapat dipublikasikan ke berbagai macam platform,mulai dari Chrome Web Store, Facebook, Kongregate, NewGrounds, Firefox Marketplace, Sencha Arcade. Untuk PC pun bisa,dengan hasil publikasi untuk Windows 8,Linux,Mac. Platform mobile pun juga bisa,seperti iOS,Android,Blackberry.
  7. Easy Extensibility
    Kurang puas dengan kemampuan Construct 2? Butuh fitur-fitur yang lain? Construct 2 menyediakan SDK untuk membuat plugin tambahan. Bahkan kita bisa membuat visual efek sendiri jika kita mau.

Dengan semua kelebihan tersebut,semua orang pun bisa membuat games,tanpa perlu coding. Jadi,tunggu apa lagi,segera unduh,dan bikin games yang keren dengan Construct 2. Selamat berkarya!